Resolusi Konflik Dan Perdamaian Dalam Perspektif Buddhadharma

Jo Priastana

Makalah disampaikan pada acara: Buddhist-Muslim Youth Camp 2012 dengan tema “Love and Forgiveness”.  Center of Asian Studies (CENAS), Museum of World Religions (MWR), Global Family for Love and Peace (GFLP), Fetzer Institute,  pada (7-14)   Mei 2012 di Puskat, Sleman, Yogyakarta.

Kekerasan selalu meninggalkan sisa-sisa kepedihan dan mungkin saja dendam yang berkepanjangan. Penyelesaikan konflik melalui bahasa kekerasan yang diwujudkan dalam perang misalnya tetap saja menimbulkan konflik yang tak berkesudahan. Konflik dan resolusinya nyatanya juga terdapat di dalam diri kita semua. Kekerasan dan kebencian tidak akan berakhir bila dijawab dengan kekerasan dan kebencian pula. Continue reading

Nilai Kasih Agama dan Keadaban Sosial

Jamiluddin

Korp Dakwah Mahasiswa (Kodama), Yogyakarta

(Peserta Buddhist-Muslim Youth Camp 2012)


Akhir-akhir ini ruang publik kita dipenuhi oleh beragam konflik yang bernuansa keagamaan. Lihat saja konflik di Bogor Jawa Barat antara Jemaat gereja Yasmin dengan sekelompok umat Islam, munculnya aksi terorisme, serangan terhadap warga Ahmadiyyah dan seterusnya. Berbagai peristiwa tragis itu merupakan tamparan bagi bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang santun, penuh toleransi dan menghargai nilai-nilai perbedaan. Continue reading

Kasih dan Pemaafaan Tingkatkan Kerukunan

Farihatul Qamariyah

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta

(Peserta Buddhist-Muslim Youth Camp 2012)

 

Sejarah Agama Buddha dan Islam dikawasan Asia Tenggara telah dimulai sejak berabad-abad yang lalu. Agama Buddha muncul sejak abad ke-6 SM di daerah Nepal, India, dengan tokohnya Sidharta Gautama, dan di antara agama tertua di dunia. Ia menyebar hingga ke kawasan Asia Tenggara seperti Laos, Kamboja, Thailand, dan Vietnam, di mana agama Buddha dianut oleh mayoritas penduduk yang ada di negara-negara tersebut. Continue reading