Buddhis-Muslim Penopang Peradaban Global

…..no one religious group enjoys a monopoly on violence or terror tactics.

(Beverly Miton-Edwards, 2006: 3)

Sejak terjadinya peristiwa kekerasan terhadap minoritas Muslim Rohingya hingga kekerasan terhadap minoritas Buddhis di Ramu, Bangladesh beberapa waktu lalu, muncullah segumpal pertanyaan di benak kita, ada apa sebenarnya di balik relasi antara Buddhis dan Muslim di kawasan bertetangga itu, sehingga melibatkan mereka dalam belitan konflik. Continue reading

Nilai Kasih Agama dan Keadaban Sosial

Jamiluddin

Korp Dakwah Mahasiswa (Kodama), Yogyakarta

(Peserta Buddhist-Muslim Youth Camp 2012)


Akhir-akhir ini ruang publik kita dipenuhi oleh beragam konflik yang bernuansa keagamaan. Lihat saja konflik di Bogor Jawa Barat antara Jemaat gereja Yasmin dengan sekelompok umat Islam, munculnya aksi terorisme, serangan terhadap warga Ahmadiyyah dan seterusnya. Berbagai peristiwa tragis itu merupakan tamparan bagi bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang santun, penuh toleransi dan menghargai nilai-nilai perbedaan. Continue reading

Dari Kami : Tionghoa Pontianak Tidak Eksklusif (Lagi)

Replika Rumah Peribadatan Tionghoa di Halaman Rumah Dinas Gubernur Kalbar

Replika Rumah Peribadatan Tionghoa di Halaman Rumah Dinas Gubernur Kalbar

Walikota Sutarmidji melarang penampilan seni Tatung (seperti debus di Banten) di Pontianak pada perayaan Festival Cap Go Meh, Februari 2012. Ia juga tidak memberikan ijin keramaian pada pengusung kesenian Tatung ini, yaitu Masyarakat Adat dan Budaya Tionghoa (MABT) Kalimantan Barat di bawah pimpinan Harso Utomo Suwito. Di lain pihak, ia mengeluarkan ijin pertunjukan Naga yang diajukan oleh Yayasan Bhakti Suci (YBC) yang diketuai The Lu Sia (A Sia). Ditolak, MABT Kalbar berdalih, pertunjukan Tatung merupakan kesenian khas warga Tionghoa dan adalah hak kelompok Tionghoa untuk mementaskannya. Pelarangan terhadap pertunjukan kesenian ini merupakan pelestarian diskriminasi terhadap warga Tionghoa. Sutarmidji memiliki alasan lain, Tatung sangat berbahaya jika ditonton anak-anak karena mempertontonkan kekerasan. Pelarangan tahun ini jelas menunjukkan keganjilan, sebab tahun lalu ijin itu diberikan kepada MABT Kalbar, sekalipun digelar di wilayah Kubu Raya. Continue reading